Lubuk linggau,BS.id
Bisnis parkiran di kota lubuk linggau sangat menjanjikan sehingga menjadi ladang bisnis untuk menghasil kan pundi pundi rupiah,ada dugaan parkiran di Lubuklinggau titipan walikota kepada kepala dinas perhubungan Hendra Gunawan, untuk di kelola keluarganya,
Temuan awak media (Bambang) yang terjadi di tom semula parkiran di depan tom di berikan SK parkir kepada masyarakat ber nama Titi dewi jayati yang di tanda tangani oleh kepala dinas perhubungan kota lubuk linggau dan berdasarkan petunjuk dari kepala dinas perhubungan kota lubuk linggau,namun Titi dewi jayati harus menerima kecewa,parkiran yang mesti nya di kelola oleh diri nya di berikan kepada sepupu dari walikota yang bernama Okta,
padahal okta sudah mendapat kan parkiran yang berada di dalam lingkungan taman olah raga megang.
"Konfirmasi kejadian tersebut
kepala dinas perhubungan menjelaskan saya mendapatkan telpon langsung dari wali kota lubuk linggau agar parkiran tersebut di serahkan dan akan di kelola sepupu nya,'
Titi dan suami sudah di panggil ke kantor dinas perhubungan kota lubuk linggau dan di tawarkan lokasi baru yang berada di depan pagar mie gacoan dengan SK atas nama bambang suami dari titi, padahal depan mie gacoan masih di pegang petugas yang lama,
Saat melaksanakan uji petik mereka mendapatkan perlakuan kasar dari juru parkir lama dengan merampas uang hasil parkir yang mereka kumpul kan,
kemudian bambang menelpon kepala dinas perhubungan guna melaporkan apa yang terjadi.dan mendapatkan respon kepala dinas perhubungan memerintahkan 2 orang bawahnya yang bernama eja dan afri guna melakukan mediasi dengan juru parkir lama.saat mediasi juru parkir tidak mau menyerahkan lahan parkir tersebut dengan alasan mereka sudah lama kerja markir di sana.
mereka mengatakan kalau mereka orang walikota dan di rekrut kakak walikota langsung mereka akan menelpon wali kota jelas edi juru parkir lama,
Menurut keterangan Dishub juru parkir lama sudah 3 tahun tidak menyetor retribusi ke dinas perhubungan kota lubuk linggau,
Tidak lama kepala dinas perhubungan menelpon anak buah nya yang bernama eja dengan mengatakan kalau pak wali kota sudah tau kalau ada keributan di mie gacoan dan kepala dinas perhubungan memerintahkan anak buah nya agar memberikan kembali parkiran tersebut ke juru parkir lama,
Yang jadi pertanyaan besar ada apa sehingga keputusan kepala dinas dapat berubah secepat itu setelah mendapatkan telpon dari walikota,
Kekuasaan dan jabatan seringkali tidak akan berpihak pada masyarakat mereka lebih mementingkan keluarga dan kolega mereka dulu baru sisa nya masyarakat seakan sudah jadi tradisi oleh pejabat pejabat yang sedang berkuasa.(Rls Bambang).



