Lubuklinggau,BS.id
Buntut dari terlapornya dinas DPPKB kota lubuklinggau beberapa hari lalu, hal ini kembali viral di perbincangkan dengan munculnya dugaan-dugaan baru terkait salah satu item kegiatan DPPKB lubuklinggau yang diduga telah menelan anggaran hampir mencapai 1,5 Miliyar rupiah namun masi tuai pertanyaan atas realisasi dan azaz manfaat atau peruntukannya dari sub kegiatan tersebut. Serta menimbulkan kecurigaan dan opini-opini liar dikalangan organisasi kemasyarakatan.
Menurut Keterangan Riki selaku tim Gerakan Milenial Silampari Institute lubuklinggau sub kegiatan dengan nilai pagu yang sangat fantastis tersebut merupakan Sub Kegiatan “Pelaksanaan Advokasi,Komunikasi,Informasi serta Edukasi (KIE) pengendalian penduduk dan KB sesuai kearifan budaya lokal”
Namun Riki mengaku tim G-MSI juga masi belum mendapatkan informasi detail terkait pelaksanaan,Azaz manfaat atau peruntukan dari sub kegiatan yang bernilai fantastis tersebut.
“Sebelum nya tim kita sudah berniat melakukan konfirmasi terdahulu kepada pihak DPPKB untuk mendapatkan hak klarifikasi atau hak jawab dari kepala dinas KB selaku penanggung jawab dalam pengelolaan anggaran/kegiatan, dan kami sudah menyiapkan beberapa item yang kami rasa janggal dari hasil analisa tim kami yang perlu dijelaskan oleh pihak terkait.
Namun sangat disayangkan sikap pihak DPPKB abaikan niat kami untuk membuka pintu komunikasi dan seakan tak mau memberikan informasi” Jelas Riki kepada awak media saat di wawancarai melalui pesan whatsApp pada rabu 04/02/2026.
Lebih lanjut ia juga menjelaskan bahwa pihak G-MSI akan kembali mendatangi gedung Kejari lubuklinggau untuk berkoordinasi terkait disposisi laporan mereka tersebut.
“Insyallah dalam beberapa hari kedepan kami akan kembali berkoordinasi guna mendapatkan informasi sudah sejauhmana laporan tempo hari serta sekaligus melengkapi data-data untuk diserahkan kepihak kejari lubuklinggau” Terangnya.
“Kami juga berharap pihak DPPKB senantiasa bisa memberikan klarifikasi kepada pihak kejari lubuklinggau agar masyarakat tidak lagi berasumsi liar terkait anggaran kegiatn advokasi yang hampir mencapai 1,5 Miliyar yang sedang ramai diperbincangkan ini” Tutupnya menohok.(Rls)


