Musi Rawas,BS.id
Pembuatan jembatan penghubung Dusun III Desa Sugi Waras kabupaten Musi Rawas dengan pagu anggaran Rp.30,000,000 (tiga puluh juta rupiah) angaran DD tahun 2023 diduga dikerjakan asal jadi, pasalnya saat tim media dan LSM terjun langsung ke lokasi melihat banyak yang sudah pecah pondasinya,besi dibawah lantai menggunakan besi bekas,ada juga besi penyangga yang tidak di las,
Sugiarto warga desa Sugi waras membenarkan soal besi bekas itu, bahkan besi Pertamina tersebut berasal dari area pemakaman, untuk sampai di lokasi pembuatan jembatan penghubung di dusun III Desa Sugi Waras warga bergotong royong memikul besi bekas tersebut.
Dari keterangan bapak Sugiarto selaku mantan kadus Dusun 11 menjelaskan jika jembatan tersebut awalnya terlalu rendah sehinggah jembatan tersebut di bangun ulang dengan menambahkan lagi bangunan pondasinya supaya disaat hujan turun jembatan tidak terendam air, pembuatan pondasi tersebut di duga dikerjakan secara borongan oleh pekerja tukang bangunan sebanyak enam orang, dengan biaya RP,6000,000 (enam juta rupiah) sementara pemerintah sudah menegaskan jika bangunan desa yang mengunakan Anggaran Dana Desa harus di kerjakan secara Swakelolah bukan dengan Sistem borongan,
"Saat ditemui Kepala desa di Kediamannya Bapak Tohir menjelaskan jika pembuatan Pondasi itu tidak diborongkan tapi dikerjakan dengan sistem upah harian.
Saat dimintai keterangan dengan bapak Tohir mengenai jembatan tersebut mengapa mengunakan besi bekas beliau menegaskan jika itu sudah kesepakatan dari warga setempat,sambil mengatakan ada urusan lain saya mau pergi dulu,silakan kalo mau menaikkan berita, mau dilaporkan saya siap, karena saya ada hak jawab,jelas kades Tohir.
Berdasarkan hasil investigasi yang langsung mendatangi lokasi pembangunan jembatan penghubung Dusun III Desa Sugi Waras kecamatan Suka Karya sangat menyayangkan dengan kualitas bangunan jembatan tersebut yang dibangun asal jadi, pemerintah menganggarkan Dana Desa dengan bangunan fisik dengan tujuan agar masyarakat bisa merasakan pembangunan hinggah kepelosok Desa agar kesejahteraan bisa tercapai sesuai dengan harapan pemerintah, jika dilihat kondisi Bangunan Jembatan itu lebih pantas dibilang sebagai renopasi bukan pembangunan jembatan karena besi yang gunakan mengunakan besi bekas.
Kepada pemerintah kabupaten Musi Rawas berdasarkan dari hasil Investigasi dilapangan berharap agar dapat menindaklanjuti pembangunan jembatan tersebut agar Masyarakat tidak dirugikan oleh oknum yang tidak bertangung jawab yang tidak mementingkan kualitas dan mutu bangunan.( Astuti )


