Gabungan LSM Dan Wartawan Pertayakan Pengunaan Dana BOS Sekolah SMP Negeri 15



Lubuklinggau,BS.id
Gabungan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan Media pada hari Senin (23/10/2023) langsung mendatangi sekolah SMPN 15 jln.Handayani rt04 kel.margo Rejo kota Lubuklinggau kecamatan Utara ll dalam rangka investigasi langsung pengunaan dana Bos (bantuan operasional sekolah) tahun 2022-2023 yang disambut langsung oleh kepala sekolah.

Sesuai menurut UUD republik Indonesia Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

bahwa kemerdekaan pers merupakan salah satu wujud kedaulatan rakyat dan menjadi unsur yang sangat penting untuk menciptakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang demokratis, sehingga kemerdekaan mengeluarkan pikiran dan pendapat sebagaimana tercantum dalam Pasal 28 Undnag-Undang Dasar 1945 harus dijamin,

bahwa pers nasional sebagai wahana komunikasi massa, penyebar informasi, dan pembentuk opini harus dapat melaksanakan asas, fungsi, hak, kewajiban, dan peranannya dengan sebaik-baiknya berdasarkan kemerdekaan pers yang profesional, sehingga harus mendapat jaminan dan perlindungan hukum, serta bebas dari campur tangan dan paksaan dari manapun,

bahwa Undang-undang Nomor 11 Tahun 1966 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pers sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 4 Tahun 1967 dan diubah dengan Undang-undang Nomor 21 Tahun 1982 sudah tidak sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman;



"Dalam kesempatan ini banyak pertanyaan yang diajukan terkait pengunaan dana bos tahun 2022 salah satunya pembayaran guru honorer,pengembangan perpustakaan sekolah,dll.

Pak Agus tidak bisa menjawab secara rinci pengunaan dana tersebut untuk apa dan itu harus isin dari dinas pendidikan jelasnya,
Ada sebagian angaran yang bisa dijelaskan seperti pembelian 100 buah korsi plastik, pembagunan saung literasi 2 buah, pembuatan tembok,dan pengecatan dinding sekolah,

Sementara pantauan awak media dan LSM banyak pelapon sekolah yang berlobang,lantai sekolah yang hancur,tiang penyanggah bagunan yang pecah,serta jendela ruangan belajar yang rapuh dan kusam, keramik lantai sekolah pecah,saung  literasi yang atapnya sudah hilang sebagian,

Sejak dipimpin pak Agus sebagai kepsek dari awal tahun 2022 sampai sekarang banyak iuran diambil dari rapat komite,salah satunya pengadaan baju olahraga,pengadaan buku LKS kelas 1-8 yang tidak diharuskan membeli bagi yang tidak mampu/miskin,

"ada satu anak murit yang tidak mampu/miskin yang saya bantu 100 (seratus ribu rupiah)tiap bulan nya, jelas pak Agus.

Penulis: Rm

Tags :
Komentar

BERITA TERKINI

close
Banner iklan disini