LUBUKLINGGAU-BS.id
Meski sudah berkali kali diingatkan dan diberikan teguran agar kiranya pihak manajemem hotel Amazing tidak membuang Limbah Sembarangan atau Instalasi Pengolaan Air Limbah (IPAL) apalagi membuang nya kesungai diduga masih terus dilakukan bahkan warga setempat mulai geram dan kesal.
Pantauan wartawan dan petugas pol pp serta DLH Lubuklinggau dilapangan saat melakukan razia tampak penampungan IPAL yang dibuat oleh pihak managemen hotel di lokasi DAS( Daerah Aliran Sungai) Tampak sangat busuk dan hitam bahkan terus mengalir air yang diduga limbah ke sungai kelingi.
Hamza (60) salah seorang warga setempat mengatakan bahwa dirinya kecewa dan geram dengan pihak hotel amazing sebab masalah limbah ini diduga dianggap sangat sepele hal itu dilihat dari limbah yang mereka tampung ini sangat bauk bahkan air bekas limbah ini terus mengaliri ke sungai kelingi.
“Mulai berdiri kami sudah sampaikan dan ini terus menjadi masalah tapi pihak hotel seperti tidak peduli bahkan Limbah hotel yang mereka tampung didalam sebuah bak yang terletak pada daerah aliran sungai (DAS) ini menimbulkan bauk airnya seperti comberan hitam,”jelasnya.
Dengan masih menimbulkan bauk serta masih terus mengaliri sungai yang diduga limbah pembuangan hotel amazing ini sehingga dapat merusak sungai serta menimbulkan ketidak nyaman pada warga yang berada didekat amazing ini agar kiranya pihak pemerintah untuk memberikan sanksi tegas .
Sementara itu terpisah Hendra Gunawan (Aan) Kepala Dinas DLHP Kota Lubuklinggau saat dikonfirmasi oleh rekan media yakni ghalsa mengatakan bahwa sah sah saja air limbah penampungan IPAL milik hotel amazing masih mengalir kesungai karena air tersebut sudah dilakukan penyaringan dan sudah memiliki izin.
“Terkait Limbah mengalir sungai itu boleh saja sebab sudah dilakukan penyaringan dari penampungan limbah ipal yang ada dan hotel amazing juga sudah ada izin ipalnya.
,”jelasnya.
Sementara itu managemen hotel amazing dalam hal ini Pak Wanda saat dikonfirmasi melalui pesan singkat wa untuk diminta hak jawab tentang limbah yang masih mengaliri sungai ini tak memberikan jawabban bahkan pesan singkat wa konfirmasi hanya dibaca saja hal itu dibuktikan dengan ceklist biru.(tim)


