Lubukliggau, BS. Id.
Kasus tewasnya satu dari dua tahanan kabur dari Lapas berbuntut panjang. Lima petugas Lapas Kelas II A Lubuklinggau diperiksa oleh Polres Lubuklinggau .
Sebelumnya Lubuklinggau beredar Video viral berdurasi 0,18 detik di Media Sosial FB dan Chatting WA, terlihatkan seorang berpakaian seragam Lapas, sedang menginjak-injak kepala seseorang di sawah, yang diduga adalah tahanan Lapas Lubuklinggau, yang kabur pada Minggu (26/6/2022) sekitar pukul 16.00 WIB.
Belum diketahui siapakah tahanan yang diijak-injak ini. Apakah Riki Sandi (35) yang meninggal dunia di RS AR Bunda Lubuklinggau, Senin (27/6/2022) sekitar pukul 12.00 WIB. Apakah tahanan lainnya, yang berinisial DH.
Orang tua Riki Sandi, Safii mengatakan dirinya pada Minggu sore melihat video di media sosial soal adanya napi ditangkap saat kabur. Di video itu pun seperti anaknya.
“Jadi saya hubungilah pihak lapas, ternyata benar salah satu yang mau kabur adalah Riki,” ceritanya.
Kapolres Lubuklinggau Harissandi mengatakan "Iya sementara ini kita periksa pegawai Lapasnya yang melakukan pengejaran sama yang piket malam. Ada sekitar lima orang"
(Selasa siang, 28/6/2022)
Kapolres juga menjawab pertanyaan wartawan soal adakah dugaan tindakan penganiayaan saat penangkapan di sawah terhadap salah satu napi yang kabur ? Ia menerangkan "Sebenarnya bukan penganiayaan itu. Namanya Lapas, ini kan nyari buronannya yang kabur, akhirnya dia melawan, melakukan perlawanan. Meskipun sudah terikat, tapi meronta, melawan," ujarnya.
Dan yang meninggal itu akibat adanya pendarahan di otak, akibat jatuh dari plafon.
Penjelasan Kapolres tersebut juga didukung oleh Hasil pemeriksaan dokter AR Bunda bahwa Riki meninggal akibat pendarahan di otak.
(FER/BS)



